Pewarta: Iwan Brata Darma
Lensa desa. Com-
Suasana santai, ditemani secangkir kopi, tapi pembahasannya tetap serius soal kerja-kerja pemerintahan.
Tak ada meja rapat panjang, tak ada notulen kaku. Di sela santap siang, Camat Wien Wierma Putra dan Kasi Pem Bayu Anza membahas evaluasi pelayanan publik, pembinaan administrasi desa se-Kecamatan Lubai, hingga strategi penegakan disiplin ASN.
“Koordinasi gak harus formal di ruangan AC. Di kantin justru cair, ide lebih lepas. Yang penting hasilnya jelas. Pak Bayu harus paham arah kebijakan saya, dan saya juga harus tahu persis kendala real di lapangan dari Kasi Pemerintahan,” ujar Camat Wien Wierma Putra S. STP, MSI sambil menyeruput kopi.
Kasi Pemerintahan Bayu Anza mengaku nyaman dengan gaya koordinasi seperti ini. “Lebih terbuka Pak Camat.
Kami bisa ngomong blak-blakan soal masalah di desa. Gak ada sekat birokrasi. Tapi semua catatan penting tetap kita catat dan tindak lanjuti,” katanya.
Obrolan santai di kantin itu menghasilkan beberapa kesepakatan konkret, di antaranya:
1. Peningkatan monitoring dan pembinaan langsung ke pemerintah desa
2. Percepatan penyelesaian administrasi kependudukan yang masih tertunda
3. Sosialisasi dan penegakan Surat Edaran Bupati terkait disiplin ASN Kecamatan Lubai
Bagi Camat Wien Wierma Putra tempat bukan ukuran kinerja.
“Di kantor, di lapangan, atau di kantin, yang penting kerja nyata untuk masyarakat. Rakyat gak butuh seremonial, butuh solusi cepat,” tutupnya
.
Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next
Next Post »
Next Post »
