Pewarta: Iwan Brata Darma
Lensa desa. Com
Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran jentik-jentik nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).
Fogging dilaksanakan di sejumlah titik pemukiman warga yang dinilai rawan menjadi sarang nyamuk
_Aedes aegypti_.
Petugas gabungan dari Puskesmas Sumber Mulya, aparatur desa, dan kecamatan turun langsung ke lapangan untuk memastikan proses pengasapan berjalan sesuai prosedur.
Kepala Desa Karang Agung Bayu Virmansyah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya preventif untuk menjaga kesehatan masyarakat menjelang musim hujan, yang biasanya menjadi waktu berkembang biaknya nyamuk.
“Kami bersama Puskesmas dan Kecamatan melakukan fogging agar warga terhindar dari DBD.
Tapi fogging saja tidak cukup. Saya mengajak seluruh warga untuk rutin melakukan PSN 3M Plus: Menguras, Menutup, dan Mengubur barang yang bisa menampung air,” ujar Bayu Virmansyah.
Camat Lubai Ulu Taufik Azrulah, S. Sos menambahkan bahwa kolaborasi lintas instansi sangat penting dalam menekan potensi wabah DBD di wilayahnya.
Ia mengapresiasi keterlibatan aktif Pemdes Karang Agung dan Puskesmas Sumber Mulya dalam kegiatan ini.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Sumber Mulya Hj. Sandra menjelaskan bahwa fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sehingga pemberantasan sarang nyamuk melalui gotong royong warga tetap menjadi kunci utama pencegahan.
“Fogging adalah upaya tambahan. Yang paling efektif adalah menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan tempat perkembangbiakan nyamuk,” jelas Hj. Sandra.
Warga menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap program serupa dapat dilakukan secara berkala. Mereka juga diminta segera melapor ke perangkat desa atau Puskesmas jika menemukan warga yang mengalami gejala demam tinggi, nyeri sendi, atau bintik merah.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan Desa Karang Agung dapat terhindar dari kasus DBD dan lingkungan tetap sehat serta bersih.
Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next
Next Post »
Next Post »


