Pewarta: Iwan Brata Darma
Lensa desa. Com
Pertemuan secara kekeluargaan itu fokus membahas strategi agar petani sawit Lubai bisa naik kelas. Kedua tokoh sepakat: tantangannya banyak, tapi peluangnya jauh lebih besar jika dikelola bersama.
4 Peluang Besar Petani Sawit Lubai ke Depan
1. Penguatan Koperasi & Hilirisasi Mini Selama ini petani menjual TBS mentah.
Margin keuntungan dinikmati pihak lain. D. Erwin mengusulkan agar koperasi petani didorong memiliki unit usaha pengolahan sederhana seperti press brondolan atau minyak goreng curah.
Yusuf Effendi menyatakan DPRD siap mengawal ke Dinas Koperasi dan mendorong CSR perusahaan sawit.
“Kalau koperasi kuat, petani jadi pelaku usaha, bukan hanya pemasok bahan baku,” tegasnya.
2. Sertifikasi ISPO untuk Sawit Rakyat Tuntutan pasar global 2026-2030 mengharuskan sawit bersertifikat ISPO/RSPO.
Petani bersertifikat berhak dapat harga TBS lebih tinggi Rp100-150/kg serta akses pasar ekspor yang lebih luas.
Media Lubai Aktual siap jadi corong edukasi, sementara DPRD mendorong Pemkab menyediakan pendampingan dan kemudahan proses sertifikasi bagi kelompok tani.
3. Transparansi Harga Berbasis Digital Petani berhak tahu harga TBS harian secara real-time.
Yusuf Effendi mendorong sistem informasi harga yang bisa diakses petani lewat HP, sehingga tidak ada lagi perbedaan harga yang merugikan.
D. Erwin menambahkan, Media Lubai Aktual akan rutin mempublikasikan harga acuan provinsi agar petani Lubai punya data pembanding saat bertransaksi di RAM/PKS.
4. Diversifikasi “Sawit Berlapis” Lahan sela tanaman sawit umur 3-7 tahun punya potensi besar untuk tumpangsari porang, jahe merah, atau peternakan sapi
Newest
You are reading the newest post
You are reading the newest post
Next
Next Post »
Next Post »

