Pewarta: Iwan Brata Darma
Lensa desa. Com
MUARA ENIM– Pondok warga sederhana di Desa Menanti, Kecamatan Lubai, menjadi saksi dialog strategis. Serma Edri Aras Babinsa Desa Menanti, duduk berdiskusi dengan Ustadz Abu Ghozi, Ketua Yayasan Pelita Bersatu Indonesia Wilayah II Sumsel, membahas langkah konkret menjaga keamanan dan ketenteraman wilayah binaan.
Serma Edri Aras Babinsa Desa Menanti berdiskusi dengan Ustadz Abu Ghozi di pondok warga Tidak ada meja rapat mewah, hanya bangku kayu dan secangkir teh hangat.
Name tag "EDRI ARAS" dengan pangkat Serma di dada seragam loreng berpadu dengan wibawa Ustadz Abu Ghozi sebagai ulama dan pembina umat.
Di sinilah kekuatan pembinaan teritorial TNI bertemu dengan kekuatan moral keagamaan.
Sebagai Babinsa Desa Menanti Kecamatan Lubai, Serma Edri Aras memilih pondok warga sebagai ruang komunikasi karena kedekatannya dengan denyut nadi masyarakat.
Dari bangku kayu inilah ia menggali informasi langsung melalui Ustadz Abu Ghozi yang memiliki jejaring luas di akar rumput.
Isu Kamtibmas, kondisi sosial, hingga aspirasi warga Lubai dibahas tanpa sekat formalitas.
Dialog di pondok ini menegaskan filosofi TNI: "Bersama Rakyat TNI Kuat". Ketika Babinsa Desa Menanti dan ulama duduk setara, pesan kebangsaan dan kerukunan menjadi lebih mudah diterima.
Ustadz Abu Ghozi sebagai cooling system memiliki peran vital sebagai mitra deteksi dini dan penjaga kondusivitas di wilayah Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim.
Pondok sederhana ini membuktikan: menjaga NKRI tidak hanya dengan senjata, tapi dengan komunikasi, kepercayaan, dan kerja bersama.
Sinergi Serma Edri Aras Babinsa Desa Menanti dengan Ustadz Abu Ghozi adalah teladan kolaborasi lintas elemen untuk Indonesia yang damai.
Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next
Next Post »
Next Post »
