Berita Terbaru

Duduk Bersama Di Kantor Desa SPPG Tanjung Kemala dan Pengelola Sampah Sampaikan Permohonan Maaf ke Pemdes Gunung Raja






Pewarta: Iwan Brata Darma

MUARA ENIM Lensa desa. Com– Buntut polemik pembuangan sampah di Jembatan Mangga, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi _SPPG Tanjung Kemala_ bersama pengelola sampah mendatangi Kantor Desa Gunung Raja, Kecamatan Lubai, Kamis 14 Juni 2026.


 Kedatangan mereka untuk memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Pemerintah Desa Gunung Raja.

 Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Desa Gunung Raja Mukhlis, para kepala dusun dan perangkat desa, Kepala SPPG Tanjung Kemala Albar, Pengelola SPPG Chris Kharisma, pengelola sampah Neni Triana, serta unsur TNI yakni Serda Taufik dari Koramil Lubai dan Serka Ari Firdaus dari  Intel Kodim 0404/Muara Enim. 

Akui Ada Miskomunikasi Chris Kharisma selaku Pengelola SPPG Tanjung Kemala mengakui adanya miskomunikasi dalam pengelolaan sampah program MBG yang menimbulkan keresahan warga. 

 "Kami datang dengan itikad baik untuk klarifikasi sekaligus minta maaf ke Pemdes Gunung Raja dan masyarakat. 

Ini jadi pelajaran mahal. Ke depan kami benahi total dan perkuat koordinasi biar tidak terulang," tegas Chris di hadapan forum. 

 Senada, Neni Triana selaku pengelola sampah juga menyampaikan penyesalan. Ia menyebut persoalan ini murni Kesalahan Dirinya karena saat itu Kendaraan yang Mogok Sehingga Tidak Sampai Di Lokasi Pembuangan Akhir (TPA) Lahan Pribadinya .

 "Saya mohon maaf ke Pemdes Gunung Raja atas ketidaknyamanan ini. Ke depan komunikasi dan SOP pengelolaan sampah akan kami perbaiki sesuai aturan," ujar Neni.

 Kepala Desa Gunung Raja Mukhlis mengapresiasi langkah SPPG dan pengelola sampah yang legowo datang meminta maaf. 

Namun ia menegaskan untuk saat ini masalah pembuangan sampah SPPG Tanjung Kemala ke Desa Gunung Raja ditunda dahulu  Sampai Ada Kesepakatan selanjutnya.

 "Perlu pengkajian ulang dan harus musyawarah dahulu dengan perangkat desa dan BPD karena yang Namanya Sampah MBG bukan Untuk Sehari Atau Dua Hari  .

Dirinya Berharap Kedepan Jangan nunggu ada masalah baru datang. Kalau dari awal komunikasi bagus, kejadian begini bisa dihindari," tegas Mukhlis. 

 Ia menambahkan, koordinasi sejak awal wajib dilakukan apabila ada kegiatan yang menyangkut Desa Gunung Raja.

 Pertemuan yang berlangsung kekeluargaan itu ditutup dengan fhoto Bersama Seluruh pihak sepakat menjadikan masalah ini sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat komunikasi, menjaga kebersihan lingkungan, dan memastikan program MBG berjalan tanpa merugikan warga Desa Gunung Raja.



Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments