Pewarta: Iwan Brata Darma
Lensa desa. Com
Pantauan di lokasi PT BSM, Desa Menanti, Kecamatan Lubai, puluhan truk pengangkut Tandan Buah Segar/TBS sudah berbaris rapi menuju pabrik.
Dokumentasi memperlihatkan hilirisasi sawit berjalan normal: truk antri masuk, petugas operasional bersiaga dengan standar K3, dan cerobong pabrik mulai beroperasi.
Ini menandakan rantai pasok dari kebun rakyat ke industri hilir berjalan lancar. Hulu-Hilir Bergerak, Ekonomi Desa Hidup Richy, Humas PT BSM, menyampaikan bahwa aktivitas pagi ini adalah denyut nadi ekonomi warga sekitar.
“Sejak subuh truk-truk TBS dari kebun plasma dan petani mitra sudah mulai masuk.
PT BSM berkomitmen menjaga serapan TBS petani agar harga tetap stabil. Ketika pabrik aktif pagi hari, artinya ekonomi Desa Menanti, Kecamatan Lubai, khususnya, bergerak.
Ini kontribusi nyata kami untuk Muara Enim,” ujar Richy.
Beliau menambahkan, kepatuhan terhadap standar operasional dan K3 menjadi prioritas agar aktivitas industri tetap aman, tertib, dan berkelanjutan.
Kontribusi untuk Ketahanan Pangan & PAD Sumsel, Umumnya Sektor sawit Muara Enim tidak hanya menopang ekonomi keluarga petani, tapi juga menjadi penyumbang PAD dan devisa negara.
“Kalau setiap pabrik di Lubai, Muara Enim, bisa menjaga rantai pasok seperti ini, maka dampaknya langsung ke kesejahteraan masyarakat.
Dan kalau semua kabupaten di Sumsel meniru ekosistem hulu-hilir yang tertib, maka Sumatera Selatan umumnya akan semakin kuat ketahanan ekonominya,” pungkas Richy.
PT BSM berharap sinergi dengan Pemkab Muara Enim, aparat, dan petani terus terjaga agar industri sawit tetap menjadi pilar utama kesejahteraan Bumi Serasan Sekundang.
Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next
Next Post »
Next Post »
