Pewarta: Iwan Brata Darma
Lensa desa. Com
Dan kemeriahan itu bertambah lengkap dengan hadirnya para pemimpin daerah yang duduk bersila bersama warga.
Dari pantauan Lensa Desa, tenda putih terpasang rapi. Meja panjang berisi jamuan sederhana: teh hangat, air putih, dan kue toples.
Tidak ada jarak antara pejabat dan rakyat. Semua larut dalam suasana kekeluargaan yang menjadi ciri khas Lubai Ulu.
Turut hadir memberi doa restu:
1. Mansur
- Kepala Desa Sumber Mulya 2. Kepala Desa Lubai Persada
3. Kepala Desa Sumber Asri selaku tuan rumah wilayah
4. Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim Kehadiran 3 kepala desa sekaligus ditambah wakil rakyat DPRD ini menunjukkan bahwa pernikahan di desa bukan hanya urusan dua mempelai dan keluarga.
Ia adalah peristiwa sosial yang menyatukan lintas wilayah.
“Kehadiran kami di sini adalah bentuk penghormatan dan dukungan kepada Pak Muksin sekeluarga.
Pernikahan adalah sunnah Rasul, menyempurnakan separuh agama. Kami mendoakan kedua mempelai menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah,” ujar Mansur, Kades Sumber Mulya saat berbincang dengan warga.
Sementara itu Kades Sumber Asri selaku tuan rumah wilayah menyampaikan apresiasi atas guyubnya warga Vilip 5.
“Alhamdulillah, acara berjalan lancar. Ini bukti warga Sumber Asri, khususnya Vilip 5, kompak.
Ada hajat, semua hadir. Ada duka, semua melayat. Itulah desa kita,” tuturnya.
Anggota DPRD Muara Enim yang hadir juga menyampaikan selamat dan menitipkan pesan: “Membangun keluarga itu seperti membangun desa. Butuh sabar, komunikasi, dan saling mengalah.
Semoga rumah tangga ananda menjadi rumah yang melahirkan generasi hebat untuk Lubai Ulu.”
Jamuan berlangsung hangat.
Tidak ada sekat antara pejabat dan warga. Semua duduk sama rendah, makan sama enak.
Itulah potret birokrasi yang humanis: hadir bukan hanya saat musyawarah desa, tapi juga saat warga menggelar hajat.
Semoga pernikahan ini menjadi awal keberkahan untuk kedua mempelai, keluarga besar Pak Muksin, dan seluruh masyarakat Desa Sumber Asri.
Barakallahulakuma wa baraka ‘alaikuma wa jama’a bainakuma fi khair.
Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next
Next Post »
Next Post »


