Berita Terbaru

Batik, Senyum, dan Cita-Cita: Potret Kelas 4C SDN 1 Lubai Ulu di Hardiknas yang Bikin Hati Hangat





Pewarta: Iwan Brata Darma
Lensa desa. Com

MUARA ENIM– Warna-warni batik dan baju adat mewarnai halaman SDN 1 Lubai Ulu, Sabtu 2 Mei 2026. Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, siswa-siswi Kelas 4C tampil percaya diri, menebar senyum dan harapan. 


Di balik seragam yang rapi, tersimpan cita-cita besar untuk masa depan Lubai. 


 Mentari pagi menyinari halaman SDN 1 Lubai Ulu. Deretan siswa-siswi Kelas 4C berdiri tegap. Ada yang berseragam putih merah, ada yang anggun dalam balutan batik nusantara, ada pula yang gagah dengan baju adat dan ikat kepala. 

Inilah wajah masa depan Lubai Ulu. Mereka bukan sekadar foto bareng. Mereka adalah alasan kenapa guru Kelas 4C rela berpanas-panas, kenapa orang tua rela banting tulang.

 Di mata mereka ada binar: binar ingin jadi dokter, polisi, guru, jurnalis, atau ustadz yang bermanfaat bagi desa.

 "Melihat anak-anak Kelas 4C pakai batik dan baju adat begini, hati guru mana yang tidak bangga," ucap wali kelas yang mendampingi. 

"Ini bukan cuma perayaan Hardiknas. Ini pengingat bahwa pendidikan adalah akar, dan anak-anak ini adalah buahnya. 

Tugas kita di SDN 1 Lubai Ulu merawat akarnya agar buahnya manis." Di tengah gempuran zaman, anak-anak Kelas 4C ini diajarkan untuk tidak lupa asal-usul. 

Batik yang mereka kenakan bukan sekadar kain. Itu identitas. Itu warisan. Itu doa dari para leluhur agar mereka jadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan cinta tanah kelahirannya. 

 Gading retak karena diinjak stom. Generasi bisa rapuh kalau pendidikannya abai. Tapi potret hari ini membuktikan: selama SDN 1 Lubai Ulu masih berdiri, selama guru masih mengajar dengan hati, selama anak-anak Kelas 4C masih mau belajar dengan senyum, maka masa depan Lubai Ulu tidak akan pernah gelap.

 Mereka boleh masih duduk di Kelas 4C. Tapi mimpi mereka besar. Dari halaman SDN 1 Lubai Ulu inilah, lahir para pemimpin masa depan. Dan tugas kita semua: menjaga senyum itu, merawat semangat itu, agar Hardiknas tidak hanya seremonial, tapi jadi kompas menuju Indonesia Emas.



Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments