Pewarta: Iwan Brata Darma
Lensa desa. Com
Ajakan itu disampaikan Ustadz Abu Ghozi saat memimpin kegiatan bakti sosial dan santunan yang digelar yayasan di wilayah Sumsel, Rabu 14/5/2026.
Di hadapan relawan dan warga, beliau menegaskan bahwa kebaikan tidak selalu identik dengan materi besar. “Senyum yang tulus, membantu tetangga yang kesusahan, jujur dalam berdagang dan bekerja, semua itu adalah kebaikan. Bahkan para jurnalis yang menyampaikan berita benar dan bermanfaat, itu sudah menjadi amal,” tegasnya.
Menurut Ustadz Abu Ghozi, momentum kebaikan harus terus dirawat bersama. Di tengah kondisi ekonomi dan sosial yang tidak mudah, kepedulian antar sesama menjadi kekuatan utama umat.
Ia mencontohkan, relawan dan jurnalis yang hadir tanpa pamrih adalah bukti nyata bahwa kebaikan masih tumbuh subur di Sumsel.
Yayasan Pelita Bersatu Indonesia Wilayah Sumsel II
fokus pada tiga pilar: sosial kemanusiaan, pendidikan anak yatim dan dhuafa, serta dakwah bil hal.
Ustadz Abu Ghozi berharap ajakan ini tidak berhenti jadi seruan, tapi membumi jadi gerakan. “Kalau setiap orang bertekad berbuat satu kebaikan setiap hari, Sumsel akan jadi wilayah yang penuh berkah,” tutupnya.
Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next
Next Post »
Next Post »
