Pewarta: Iwan Brata Darma
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi ibu hamil dan balita melalui pemanfaatan pangan lokal yang bergizi, aman, mudah diperoleh, serta sesuai standar gizi seimbang.
Selain menjadi sarana peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam percepatan penurunan angka stunting dan pencegahan masalah gizi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Beringin.
Dalam sambutannya, Kepala UPTD Puskesmas Beringin, Sugianto, S.K.M., M.K.M., menegaskan bahwa keberhasilan program perbaikan gizi tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi memerlukan dukungan pemerintah desa, TP PKK, kader Posyandu, serta seluruh elemen masyarakat.
"Melalui pembekalan ini kami berharap seluruh peserta mampu memahami cara menyiapkan PMT berbasis pangan lokal yang bergizi, higienis, dan sesuai kebutuhan ibu hamil maupun balita. Dengan kerja sama semua pihak, kita optimistis dapat meningkatkan status gizi masyarakat dan menekan angka stunting," ujar Sugianto.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 42 peserta, yang terdiri dari TP PKK Kecamatan Lubai, TP PKK Desa Aur, Beringin, Sukamerindu, Kota Baru, Pagar Gunung, Jiwa Baru, Gunung Raja, Tanjung Kemala, Menanti, dan Air Asam, bidan desa dari seluruh desa di wilayah kerja UPTD Puskesmas Beringin, serta Kader ILP Balita dan Ibu Hamil dari Desa Aur, Beringin, Sukamerindu, Kota Baru, Pagar Gunung, Jiwa Baru, Gunung Raja, Tanjung Kemala, Menanti, dan Air Asam.
Dalam pembekalan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai konsep Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal, standar menu gizi seimbang, pemilihan bahan pangan lokal yang berkualitas, teknik pengolahan makanan yang aman dan higienis, hingga tata laksana penanganan balita bermasalah gizi serta ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK).
Peserta juga dibekali pemahaman bahwa PMT merupakan makanan tambahan yang melengkapi asupan harian, bukan sebagai pengganti makanan utama.
Selain penyampaian materi, para peserta diajak memahami pentingnya memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar sebagai sumber protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral.
Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan pola konsumsi keluarga yang lebih sehat, meningkatkan kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi, sekaligus mendukung ketahanan pangan di tingkat desa.
Melalui kegiatan ini, UPTD Puskesmas Beringin berharap seluruh kader dan tenaga kesehatan mampu menjadi ujung tombak edukasi gizi di desa masing-masing, sehingga pelaksanaan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Dengan sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, TP PKK, kader Posyandu, serta masyarakat, diharapkan angka stunting, balita gizi kurang, dan ibu hamil berisiko KEK di wilayah Kecamatan Lubai dapat terus ditekan demi terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next
Next Post »
Next Post »


