Berita Terbaru

perjuangan luar biasa*. 1 jam 45 menit sekali jalan, berarti PP hampir 4 jam di jalan tiap hari







Pewarta: Iwan Brata Darma
Lensa desa. Com

MUARA ENIM – Pukul 05.00 WIB subuh, saat Baturaja masih diselimuti kabut, Riska Permatasari sudah berdiri di pinggir jalan. 


Seragam coklat Sat Pol PP rapi, hijab hitam terjaga, tas dinas di genggaman. Di depannya: perjalanan 78 kilometer menuju Kantor Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim. 

Waktu tempuh: 1 jam 45 menit. Naik taksi. Sendiri. Setiap hari. 4 Jam di Jalan, Sehari-hari Demi Pengabdian Pergi 1 jam 45 menit. Pulang 1 jam 45 menit. Total hampir 4 jam dihabiskan di jalan setiap hari. 

Belum termasuk ongkos taksi Baturaja-Lubai yang tidak murah. 

 “Capek? Ya Allah, capek sekali. Tapi begitu ingat sumpah jabatan dan name tag RISKA PERMATASARI di dada, lelah itu hilang,” tutur Riska, Rabu 06/05/2026.

 Bagi anggota Sat Pol PP ini, jarak 78 KM bukan penghalang. Hujan deras, jalan licin, taksi mogok pernah ia alami. Tapi kata “telat” dan “tidak masuk” tidak ada dalam kamusnya.

 Tegas Menegakkan Perda, Tangguh Menaklukkan Jarak Sesampainya di Lubai, Riska langsung ganti mode: dari penumpang taksi menjadi penegak Perda. Patroli, penertiban, razia disiplin ASN, sosialisasi ke warga.

 Semua dijalankan dengan prinsip tegas di lapangan, humanis ke masyarakat. “Saya yang rumahnya 78 KM, berangkat subuh, pulang magrib, masih semangat. Masa yang rumahnya 5 menit dari kantor masih cari alasan telat? 

Malu kita sama seragam ini,” tegasnya. Motivasi: Jarak Boleh 78 KM, Tapi Loyalitas Harus Tanpa Batas Kisah Riska Permatasari menampar kesadaran banyak ASN.

 Disiplin ternyata bukan soal dekatnya rumah. Disiplin adalah soal mental dan integritas. “

Biaya taksi tiap hari kalau dihitung sebulan bisa buat cicil motor. Tapi saya percaya, pengorbanan tidak akan mengkhianati hasil. Allah ganti dengan berkah yang tidak kelihatan,” ucapnya bijak.

 Kartini Sejati di Era Modern Riska adalah potret Kartini sejati masa kini. Kartini tidak lagi hanya di buku sejarah. Kartini hari ini ada di jalan lintas Baturaja-Lubai pukul 05.00 pagi. 

Kartini hari ini memakai seragam coklat, menegakkan aturan, dan pulang saat adzan magrib berkumandang. 

 “Kalau bukan kita yang ikhlas mengabdi, siapa lagi yang mau bangun Muara Enim? Saya hanya menjalankan amanah,” tutup Riska. 



Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments